Warga Bajo umumnya sebagai nelayan. Reporter Gema Suara SMKD DDI Siendeng Wiwin Tasmin menemui salah seorang nelayan, Rusli (25). Berikut petikan wawancara:Apa yang jadi mata pencaharian di Bajo?
Pada umumnya yang menjadi mata pencaharian warga di desa bajo, rata-rata nelayan, sekitar 95 persen bekerja sebagai nelayan, sisanya sebagai pedagang.
Bagaimana mengembangkan usaha-usaha tersebut ?
Untuk mengembangkan usaha dibuhkan bantua pemerintah atau pihak ketiga sebagai bapak angkat, karena untuk mengembangkan sendiri warga rasanya sulit, Karen keterbatasan modal.
Apakah ada perhatian pemerintah terhadap kegiatan matapencaharian di Desa Bajo?
Saat ini sepertinya perhatian pemerintah mulai menurun, dulu pemerintah pernah memberikan bantuan kepada masyarakat di Desa Bajo. berupa beras dan uang , awalnya bantuan itu diberikan kepada kepala dusun untuk dibagikan kepada masyarakat miskin yang berada di Desa Bajo. Tetapi semua itu tidak sampai ketangan masyarakat yang miskin. Tapi bantuan itu malah hanya sampai ketangan masyarakat yang mampu dan mempunyai modal yang cukup banyak. Selasa (27/9), kapal pamong datang membeli ikan di desa bajo , yang dulunya mereka membeli dengan harga RP.10 ribu perekor . tetapi ekarang malah berkurang , biasanya mereka membeli dengan harga yang relatif murah yaitu dengan harga RP.3000 Perekor .
Apakah mata pencaharian di Desa Bajo dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang baik?
Pertumbuhan ekonomi masyarakat bajo kritis. karena warga yang miskin berada di Desa Bajo menjadi tamba miskin. Perhasilan dalam sehari bisa mencapai Rp 50 ribu, tapi kini sudah sulit, untuk makan sehari hari saja belum cukup dan sampai sekarang ini pemerintah belum memberikan bantuan kepada masyarakat miskin yang berada di Desa Bajo, kemudian masyarakat miskin yang berada di desa bajo mengeluh kepada kepala desa. Tetapi keluhan warganya itu, tidak dihiraukan oleh Kepala Desa Bajo. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar