Bagaimana kehidupan social didesa bajo?Kehidupan sosial di Desa Bajo sangat terancam, karena akibat illegal fishing, sebenarnya dulu kehidupan warga terjamin dan harga ikannya mencapai Rp 10 ribu percucu. Sebelum marak illegal fishing hasil tangkaan ikan para nelayan bisa mencapai 4 ton, tetapi sekarang tidak (terancam), karena adanya penangkapan besar, dan harga ikanpun sudah menurun menjadi Rp 3.000 percucu, karena masalah itu masyarakat Bajo merasa resah, akibatnya kehidupan social dan ekonomi tidak menentu. Selain masalah itu, juga yang meresahkan masyarakat Bajo yaitu pedagang ikan yang membeli ikan dipenampung.
Apakah dapat diberi contoh tentang kehidupan social di Desa Bajo?
Kehidupan mereka sudah sangat terancam,yang di akibatkan adanya pembiusan, peledakan (bom), dan pemanahan, sebab itulah nelayan dan masyarakat Bajo tidak bisa apa-apa lagi,s ampai-sampai ikan hasil pendapatan mereka hanya dapat dibuat menjadi ikan asin, karena sudah tidak ada lagi orang yang membeli, padahal tahun lalu, uang hasil pendapatan mereka sering muncul, tetapi sekarang uang yang mereka dapatkan tidak sama seperti yang tahun lalu, sebab itulah mereka sudah mulai takut, karena sudah tidak bisa lagi menafkahi keluarganya, dan yang menyedihkan lagi, pemerintah belum ada kabar untuk turun tangan, menyelesaikan masalah tersebut, karena menunggu kabar yang tidak menentu akhirnya masyarakat sudah mulai melanggar peraturan yang ditetapkan, karena sudah tidak punya pilihan.
Bagaimana hubungan interaksi social antar sesama masyarakat Bajo, dengan tetangga (masyarakat bolano)?
Biarpun mereka punya masalah, tetapi hubungan mereka dengan tetangganya baik-baik saja.
Apa contoh konkrit dalam hubungan interaksi social tersebut?
Hubungan interaksi social aman.
Apakah di Desa Bajo masi terpelihara sifat kegotong royongan?
Tahun lalu, mereka masih sering melakukan gotong royong, tetapi karena adanya keresahan masyarakat Bajo, sudah tidak ada lagi diadakan yang namanya gotong royong.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar