Desa Siendeng merupakan desa yang baru lahir – belum lewat lima tahun, merupakan desa hasil pemekaran Desa Lambunu. Saat ini Desa Siendeng dipimpin salah seorang putra terbaiknya mantan manager Palu Golden Hotel, Sabran S. Lawaka. Ditemu di kediamannya, dua reporter Gema – Suara SMK DDI Sindeng, Mirjan dan Fitriyani, berbincang-bincang seputar program pembangunan Desa Siendeng. Berikut petikan wawancara:
Sudah berapa lama bapak memimpin Desa Siendeng?Saya memimpin Desa Siendeng mulai 5 April 2008 lalu.
Bisakah bapak jelaskan problem umum yang terjadi di Desa Siendeng?
Problem umum yang sering terjadi di Desa Siendeng yaitu tentang masalah tanah, permasalahan KDRT, dan fitnah.
Selama bapak memimpin Desa Siendeng apakah ada kendala yang dihadapi?
Kendala yang dihadapi pada saat ini terutama masalah hewan ternak, miras dan narkoba.
Pelaksanaan pembangunan desa siendeng banyak bertumbu pada lokasi dana anggaran ADD bisa bapak jelaskan mengenai ADD dan pemanfaatanya?
Saya tidak bisa jelaskan tentang ADD tetapi cuma pembangunan balai desa dan sumbangan kepada pihak-pihak desa, dan pemanfaatan ADD ini di bagi menjadi dua bagian salah satunya ADD fisik dan pemanfatannya di pakai untuk biaya rapat, atk, dan biaya- biaya perjalanan dinas.
Pembangunan apa saja yang dapat dilihat dari pemanfatan angaran ADD?
Pembangunan yang dapat dilihat dari pemanfaatan anggaran ADD yaitu pembangunan balai desa dan pembaggunan mesjid .
Apakah aparat desa sudah bekerja maksimal dalam membantu bapak menggelola Desa Siendeng?
Aparat desa belum bekerja maksimal dalam membantu mengelola Desa Siendeng
Priodesasi kepemimpinan bapak berakhir kapan?
Priodesasi kepemimpinan saya berakhir 5 april 2014.
Apa yang bapak mau lakukan dalam sisa waktu kepemimpinan bapak?
Dalam sisa waktu kepemimpinan, saya akan melanjutkan pembangunan irigasi, air bersih, pembuatan jalan-jalan , PNPM dan pemberdayaan lembaga-lembaga desa. ****

Tidak ada komentar:
Posting Komentar