Minggu, 27 November 2011

Petani Wanamukti Menjerit, Harga Obat Pertanian Melambung Tinggi


·       

GEMA-Petani  di Wanamukti menjerit. Harga obat-obat pertanian melambung tinggi.
Naiknya harga obat-obatan pertanian tersebut menyebabkan sebagian petani tidak mampu membeli, sehingga para petani tak mempu  mengatasi hama yang menyeran tanaman, akibatnya hasil panen menurun, bakan ada sebagian yang gagal panen.
Ini diakui sala soang petani Wanamukti, Sujang (38), ‘’kita tidak mampu beli obat hamapadi,karena harganya cukup mahal,kita tidak tau mau bikin apa lagi,semestinya pemerintah turun tangan untuk membantu petani, dengan cara melakukan intervensi kepada distributot obat-0batan untuk menekan harga hingga petani bisa menjangkau membeli,’’ terangnya.
Menurutnya, bila kondisi seperti ini masih berlanjut terus tanpa ada penurunan harga obat-obatan maka petani mengalami masa paceklik.
Dikatakan, mestinya pemerintah segera tanggap melihat kondisi para petani,yang setiap saat mnjerit karena ketidakberdayaan dan ketidakmampuan membeli obat-obatan pertanian, sementera obat-obatan tersebut sangat dibutuhkan petani guna mengatasi melebarnya hama tanaman.
Kepala UPTD Pertanian dan Peternakan Bolano Lambunu Safruddin L.Lapangila, SP membenakan adanya keluhan petani soal melambungnya haga obat-batan pertanian. ‘’Memang benar ada keluhan petani dengan harga obat-obatan pertanian yang dirasa cukup mahal,’’  terangnya.
Ia mengaku, pihaknya tidak bisa bebuat banyak soal harga obat-obatan pertanian yang dirasa mahal petani, karena itu adalah urusan para distributor atau pejualkita tidak bisa melakukan intervensi kepada toko-toko usaha tani, karena pasti mereka juga akan beralasan untuk meraup untung. Namun yang pasti keluhan petani tersebut akan dilaporkan ke kabupaten yang mungkin akan diteruskan ke pemerintah pusat, sehingga diharapkan pemerintah pusat bisa melakukan langkah-langkah dalam upaya menekan harga obat-obatan pertanian hingga petani dapat menjangkau untuk membelinya,’’  jelasnya. TIM 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar