·
GEMA-Petani di Wanamukti menjerit. Harga obat-obat
pertanian melambung tinggi.
Naiknya harga obat-obatan pertanian
tersebut menyebabkan sebagian petani tidak mampu membeli, sehingga para petani
tak mempu mengatasi hama yang menyeran
tanaman, akibatnya hasil panen menurun, bakan ada sebagian yang gagal panen.
Ini diakui sala soang petani Wanamukti,
Sujang (38), ‘’kita tidak mampu beli obat hamapadi,karena harganya cukup
mahal,kita tidak tau mau bikin apa lagi,semestinya pemerintah turun tangan
untuk membantu petani, dengan cara melakukan intervensi kepada distributot
obat-0batan untuk menekan harga hingga petani bisa menjangkau membeli,’’
terangnya.
Menurutnya, bila kondisi seperti ini
masih berlanjut terus tanpa ada penurunan harga obat-obatan maka petani
mengalami masa paceklik.
Dikatakan, mestinya pemerintah segera
tanggap melihat kondisi para petani,yang setiap saat mnjerit karena
ketidakberdayaan dan ketidakmampuan membeli obat-obatan pertanian, sementera
obat-obatan tersebut sangat dibutuhkan petani guna mengatasi melebarnya hama
tanaman.
Kepala UPTD Pertanian dan Peternakan
Bolano Lambunu Safruddin L.Lapangila, SP membenakan adanya keluhan petani soal
melambungnya haga obat-batan pertanian. ‘’Memang benar ada keluhan petani
dengan harga obat-obatan pertanian yang dirasa cukup mahal,’’ terangnya.
Ia mengaku, pihaknya tidak bisa bebuat
banyak soal harga obat-obatan pertanian yang dirasa mahal petani, karena itu
adalah urusan para distributor atau pejualkita tidak bisa melakukan intervensi
kepada toko-toko usaha tani, karena pasti mereka juga akan beralasan untuk
meraup untung. Namun yang pasti keluhan petani tersebut akan dilaporkan ke
kabupaten yang mungkin akan diteruskan ke pemerintah pusat, sehingga diharapkan
pemerintah pusat bisa melakukan langkah-langkah dalam upaya menekan harga
obat-obatan pertanian hingga petani dapat menjangkau untuk membelinya,’’ jelasnya. TIM 2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar