Jumat, 16 Desember 2011

Mundurnya Kaur Pembangunan, Teras Masjid Terbengkalai


GEMA—Sendeng. pemandangan yang kurang indah bila melihat teras mesjid Ar-rahman Desa Siendeng bagaikan puing-puing peninggalan zaman Belanda. Alangkah sedihnya hati ini ditinggalkan sosok seorang kaur pembangunan  yang tidak bisa  tergantikan oleh siapa pun. Rela berkorban demi kepentingan umum tapi sayang pemerintah desa seakan tidak peduli dengan semua itu.  Menejemen pemerintahan yang ada didesa Siendeng saat ini boleh dikata masih perlu diperbaiki namun upaya pemerintah desa dalam hal itu belum berhasil. Salah satu Contoh kas desa siendeng saat ini nihil. Berikut  laporan wartawan Gema, Hijran ketika wawancara dengan salah sorang tokoh masyarakat Siendeng, Saudin K.
Mengapa pembangunan teras masjid terkesan terbengkelai ini ?
Begini, dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan teras mesjid ini sekitar Rp 50 juta lebih dan sedangkan dana sumbangan yang terkumpul dari masyarakat baru sekitar Rp 30 jutaan. Praktis masih cukup besar yang harus ditalangi, sehingga tertunda penyelesaiannya.
Lantas bagaimana perhatian pemerintah desa dalam pembangunan ini?
Mesjid yang berdiri diatas tanah seluas seperempat hektar ini masih perlu pembenahan. Coba saja kalau pemerintah Desa Siendeng cepat dalam pengurusan ini tentunya mesjid Ar-rahman tidak seperti puing-puing peninggalan zaman belanda. Padahal, Desa siendeng merupakan desa yang memiliki sumber daya alam yang  luar biasa, serta masyarakat  yang makmur, coba kalau dimanfaatkan semua itu tentunya tidak kalah bersaing dengan desa-desa lain.
Apakah  pemerintah desa tindak tanggap?
Aspirasi masyarakat selama ini hanya dianggap sebagai angin lalu . itulah yang membuat masyarakat jadi patah arang dalam mewujudkan pembangunan.
Kepada siapa masyarakat harus mengadu..?
Kemunduran bapak Sairun selaku kaur pembangunan seakan membuat kita kehilangan sebongka berlian. Kapan lagi kita bisa mendapatkan sosok seorang seperti dia, rela berkorban demi apa saja namun sebagian orang mengatakan “bapak Sairun itu orangnya Ria” akan tetapi walau ocehan  dan cibiran  orang-orang dikiri dan kanan beliau tetap bersabar karena menurut dia itu hanya sebagai rona pelangi didunia.
Harapan masyarakat untuk kemajuan desa saat ini belum terlaksana sepenuhnya, yang sebenarnya keinginan masyrakat itu hanya satu yaitu Sikap keterbukaan. Kalau in bisa dibudayakan pasti apa yang diinginkan akan terwujud dan ini adalah sebuah kata kunci yang membuat suatu organisasi menjadi hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar