GEMA—Sendeng. pemandangan
yang kurang indah bila melihat teras mesjid Ar-rahman Desa Siendeng bagaikan
puing-puing peninggalan zaman Belanda. Alangkah sedihnya hati ini ditinggalkan
sosok seorang kaur pembangunan yang
tidak bisa tergantikan oleh siapa pun.
Rela berkorban demi kepentingan umum tapi sayang pemerintah desa seakan tidak
peduli dengan semua itu. Menejemen
pemerintahan yang ada didesa Siendeng saat ini boleh dikata masih perlu
diperbaiki namun upaya pemerintah desa dalam hal itu belum berhasil. Salah satu
Contoh kas desa siendeng saat ini nihil. Berikut laporan wartawan Gema, Hijran ketika
wawancara dengan salah sorang tokoh masyarakat Siendeng, Saudin K.
Mengapa pembangunan
teras masjid terkesan terbengkelai ini ?
Begini, dana yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan teras mesjid ini sekitar Rp 50 juta lebih dan
sedangkan dana sumbangan yang terkumpul dari masyarakat baru sekitar Rp 30
jutaan. Praktis masih cukup besar yang harus ditalangi, sehingga tertunda
penyelesaiannya.
Lantas
bagaimana perhatian pemerintah desa dalam pembangunan ini?
Mesjid yang berdiri diatas tanah seluas seperempat hektar ini masih
perlu pembenahan. Coba saja kalau pemerintah Desa Siendeng cepat dalam
pengurusan ini tentunya mesjid Ar-rahman tidak seperti puing-puing peninggalan
zaman belanda. Padahal, Desa siendeng merupakan desa yang memiliki sumber daya
alam yang luar biasa, serta
masyarakat yang makmur, coba kalau
dimanfaatkan semua itu tentunya tidak kalah bersaing dengan desa-desa lain.
Apakah pemerintah desa tindak tanggap?
Aspirasi
masyarakat selama ini hanya dianggap sebagai angin lalu . itulah yang membuat
masyarakat jadi patah arang dalam mewujudkan pembangunan.
Kepada
siapa masyarakat harus mengadu..?
Kemunduran bapak Sairun selaku kaur pembangunan seakan membuat kita
kehilangan sebongka berlian. Kapan lagi kita bisa mendapatkan sosok seorang
seperti dia, rela berkorban demi apa saja namun sebagian orang mengatakan
“bapak Sairun itu orangnya Ria” akan tetapi walau ocehan dan cibiran
orang-orang dikiri dan kanan beliau tetap bersabar karena menurut dia itu
hanya sebagai rona pelangi didunia.
Harapan masyarakat untuk kemajuan desa saat ini
belum terlaksana sepenuhnya, yang sebenarnya keinginan masyrakat itu hanya satu
yaitu Sikap keterbukaan. Kalau in bisa dibudayakan pasti apa yang diinginkan
akan terwujud dan ini adalah sebuah kata kunci yang membuat suatu organisasi
menjadi hidup

Tidak ada komentar:
Posting Komentar