Kamis, 17 November 2011

Pemboman Ikan di Bajo Masih Sering Terjadi

 
PENGANTAR—Desa Bajo adalah merupakan salah satu  desa di Kecamatan Bolano Lambunu, yang masih tergolong proses pembangunan masih sangat lamban,  bahkan kalau mungkin dapat dikategorikan terbelakang di banding dengan desa –desa lain di Parigi Moutong. Berikut hasil wawancara Kepala Desa Bajo, Mahmud M. Boro dengan Reporter Gema Suara SMK DDI Siendeng, Mohammad Fadel, yang ditulis dalam gaya bertutur.

Sudah berapa lama bapak memimpin Desa Bajo? 
Saya memimpin Desa Bajo sejak 2, februay 2010. Masalah yang cukup krusial dihadapi di Bajo, adalah masih banyaknya oknum yang melakukan pemboman ikan di laut, sementara pencaharian warga mayoritas sebagai nelayan. Akibatnya, banyak berdampak pada menurunnya hasil tangkapan ikan bagi nelayan Bajo. Ini yang sangat disesalkan, sebab tindakan pemboman ikan, tidak hanya ‘’merampas’’ sumber matapencaharian nelayan Bajo, tetapi juga menghancurkan habitat yang ada di dasar laut. Tindakan-tindakan seperti itu, menunjukkan ketidaksadaran oknum tertentu, karena secara tidak sadar telah merusak kelestarian laut.
Bisakah bapak jelsakan problem umum yang sering terjadi di Desa Bajo?
Salah satunya, adalah tindakan merusak kerang-kerang, dan terumbuh karang, termasuk masih adanya sejumlah oknum yang sering mabuk-mabukan.
Apakah ada kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan Desa Bajo?
Pembangunan di Desa Bajo ada yang membantu,  tapi cuma sedikit,  mereka sangat sibuk, sebab 90 persen   mereka bekerja sebagai penghasil ikan, makanya belum ada respons dari sebagian warga Bajo. 
Apa yang mau dilakukan dalam masa kepimpinan selanjutnya?
saya mau bekerja sama  dalam membangun Desa Bajo ini, dan mematuhi peraturan–peraturan di Desa Bajo seperti tidak membom ikan, membius ikan dan tidak meminum minumamn keras.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar