Ketua GAPOKTAN Margapura, Widarto mengatakan, program GERNAS di Desa Margapura belum menghasilkan bukti, karena
program tersebut baru saja diterapkan, sekitar tiga bulan lalu.
‘’Jadi belum bisa dibedakan hasilnya, baik sebelum ataupun sesudah
GERNAS,’’ ungkapnya.
Hal serupa juga
diungkapkan, Kepala Desa Margapura, Mardin,
perkembangan GERNAS masih dalam proses
rehabilitas sambung samping. ‘’Jadi masyarakat sangat merespons dengan adanya
program ini mengingat tahun berikutnya akan diadakan program GERNAS yang lebih
baik lagi,’’ tandasnya.
Sedangkan menurut petani hasil panen kakao setiap tahunnya
tidak menentu kadang naik, kadang turun, sesuai dengan harga sedangkan harga
kakao sendiri di tentukan oleh mutu biji dan kadar air dalam biji. ’’Jika kadar
air atau tingkat kekeringan biji baik, maka dipastikan harga kakao tinggi,’’
terangnya.
Dikatakan, alat –alat dan jenis obat–obatan yang dominan diburu
para petani coklat adalah tangki semprot, arit, sedangkan jenis obatnya adalah
pupuk urea, pupuk cair, dan obat untuk membasmi hama dan insektisida, Salah seorang tokoh masyarakat mengatakan, mutu hasil kakao sangat
berpengaruh bagi kehidupan mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup. TIM1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar