Senin, 28 November 2011

Mardin: GERNAS Kakao Belum Terbukti


Ketua GAPOKTAN Margapura, Widarto  mengatakan, program GERNAS di Desa  Margapura belum menghasilkan bukti,   karena program tersebut baru saja diterapkan, sekitar  tiga  bulan lalu.  ‘’Jadi belum bisa dibedakan hasilnya, baik sebelum ataupun sesudah GERNAS,’’ ungkapnya.

 Hal serupa juga diungkapkan,  Kepala Desa Margapura, Mardin,   perkembangan GERNAS masih dalam proses rehabilitas sambung samping. ‘’Jadi masyarakat sangat merespons dengan adanya program ini mengingat tahun berikutnya akan diadakan program GERNAS yang lebih baik lagi,’’ tandasnya.
Sedangkan menurut petani hasil panen kakao setiap tahunnya tidak menentu kadang naik, kadang turun, sesuai dengan harga sedangkan harga kakao sendiri di tentukan oleh mutu biji dan kadar air dalam biji. ’’Jika kadar air atau tingkat kekeringan biji baik, maka dipastikan harga kakao tinggi,’’ terangnya.
Dikatakan, alat –alat dan jenis obat–obatan yang dominan diburu para petani coklat adalah tangki semprot, arit, sedangkan jenis obatnya adalah pupuk urea, pupuk cair, dan obat untuk membasmi hama dan insektisida,   Salah seorang tokoh masyarakat  mengatakan, mutu hasil kakao sangat berpengaruh bagi kehidupan mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup. TIM1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar